Peran Irwandi Jaswir Dalam Membangun Industri Halal Global

Melalui kontribusinya di bidang riset dan inovasi, Irwandi Jaswir telah berperan penting dalam mendorong perkembangan industri halal global yang bernilai triliunan dolar.

Industri halal global terus tumbuh pesat, dengan nilai yang diperkirakan mencapai US$3 triliun pada 2025, dan memberikan kontribusi hingga US$5 miliar per tahun bagi produk domestik bruto (PDB) Indonesia (Setwapres, 2024). Pertumbuhan ini tidak hanya terjadi di negara-negara mayoritas muslim, tetapi juga di negara-negara nonmuslim seperti Korea Selatan, Jepang, dan Cina, yang semakin tertarik untuk memasuki pasar halal. Di Korea Selatan misalnya, industri halal mulai berkembang pesat sejak mereka memahami potensi besar di balik pasar halal, terutama dalam sektor daging dan produk unggas.

Namun, meskipun Indonesia menjadi negara muslim terbesar kedua dunia dan merupakan salah satu pasar halal terbesar secara global, negara ini masih menghadapi tantangan untuk menjadi pemain utama di sektor ekspor halal. Indonesia lebih banyak menjadi konsumen daripada produsen​ dalam konteks produk-produk halal. Negara-negara seperti Brasil, Australia, dan Thailand, yang bahkan memiliki populasi muslim lebih kecil, justru mendominasi ekspor daging dan produk halal dunia.

Di tengah tantangan ini, Irwandi Jaswir, seorang ilmuwan Indonesia terkemuka di bidang halal, telah berperan aktif dalam mendorong inovasi halal di banyak negara. Ia telah menulis lebih dari 250 karya ilmiah, menerbitkan sekitar 50 buku, dan memegang 11 paten terkait inovasi halal, termasuk pengembangan gelatin halal dan alat deteksi lemak babi.

Selain berkiprah sebagai dosen dan peneliti di Universitas Islam International Malaysia dan Universitas Negeri Padang, Irwandi juga menjadi konsultan bagi beberapa lembaga internasional, seperti Saudi Food and Drug Authority dan lembaga halal di Korea Selatan​​. Kontribusi dan pengalaman internasionalnya menjadikan Irwandi salah satu pionir dalam pengembangan industri halal global.

Memperkuat Ekosistem Halal: Tantangan dan Peluang Bagi Indonesia

Salah satu kunci keberhasilan industri halal adalah ekosistem yang kuat. Malaysia telah menunjukkan bahwa dengan ekosistem halal yang terintegrasi, negara dapat menjadi pusat industri halal global. Di Malaysia, hampir semua kantor pemerintahan dan kementerian terlibat dalam pengembangan industri halal, dari sertifikasi hingga dukungan penelitian dan pengembangan​.

Inisiatif ini mencakup pendanaan untuk pusat-pusat riset halal, sertifikasi, dan bahkan pembentukan pusat pengembangan halal yang secara langsung mendukung pertumbuhan industri halal. Kemajuan industri halal Malaysia dan keberhasilannya merajai industri halal global, tak dapat dipungkiri karena peran dan dorongan dari pemerintah Malaysia yang sangat signifikan.

Baca selengkapnya hanya di majalah Halal Review edisi September di https://ihatecpublisher.com/majalah/halal-review-magazine-edisi-09-september-2024/

Share the Post:

Related Posts