Permintaan sertifikasi halal terus meningkat seiring berkembangnya industri pangan, kosmetik, logistik, dan berbagai sektor lain yang bersentuhan dengan rantai pasok halal. Berdasarkan data Sistem Informasi Data Tunggal UMKM (2024), terdapat 30,18 juta UMKM non-pertanian dan perikanan, dan lebih dari 11,7 juta unit di antaranya bergerak pada sektor yang berpotensi wajib sertifikasi halal, mulai dari penyediaan makanan minuman, industri pengolahan, hingga pergudangan. Dengan rasio standar internasional ISO 19011:2018 yang menyebutkan satu auditor idealnya menangani 100–150 pelaku usaha per tahun, Indonesia membutuhkan setidaknya 117.346 auditor halal untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Melalui Halal Talk #7, Rina Maulidiyah, S.TP penulis buku Panduan Praktis Audit Halal Berdasarkan Standar Kompetensi Auditor Halal, memaparkan kompetensi yang harus dimiliki seorang auditor halal serta tahapan audit yang sesuai kaidah, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kompetensi Auditor Halal: Fondasi Utama Keandalan Audit
Auditor halal harus menguasai teknik wawancara, observasi, pemeriksaan dokumen, perhitungan neraca massa, serta pengambilan sampel laboratorium. Kompetensi ini tidak hanya teknis, tetapi juga membutuhkan kecermatan, independensi, dan ketegasan dalam menilai pemenuhan kriteria Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH).
Dalam wawancara, auditor menggunakan teknik pertanyaan pembuka, pertanyaan fokus, pertanyaan “show me”, hingga pertanyaan pembuktian. Akurasi catatan dan kemampuan mendengar aktif sangat menentukan keberhasilan audit.
Persiapan Audit: Menyusun Rencana yang Sistematis
Tahap persiapan audit merupakan kunci agar proses audit berjalan efisien dan tepat sasaran. Auditor wajib menyusun:
- ruang lingkup audit,
- tujuan audit,
- metode audit,
- agenda audit,
- alokasi sumber daya audit,
- serta daftar perangkat kerja yang diperlukan, termasuk rencana pengambilan sampel.
Pada tahap ini, auditor juga menyiapkan strategi untuk memeriksa bahan, mulai dari validitas dokumen pendukung, kesesuaian daftar bahan halal, hingga observasi langsung ke gudang bahan baku.
Pra-Audit: Menelusuri Kecukupan Dokumen dan Potensi Risiko
Pra-audit dilakukan dengan memeriksa data legalitas pelaku usaha, kelengkapan dokumen SJPH (manual, diagram alir produksi, matriks bahan–produk), serta bukti implementasi seperti pelatihan internal, audit internal, dan kaji ulang manajemen.
Contoh kasus yang diangkat di Halal Talk menggambarkan pentingnya ketelitian auditor. Pada perusahaan yang mendaftarkan produk halal namun diketahui memproduksi produk mengandung babi untuk pasar ekspor, auditor harus meminta dokumen tambahan: NIB, kemasan produk non-halal, layout pabrik, hingga pemetaan alur karyawan dan bahan. Tujuannya untuk memastikan tidak ada potensi pencampuran atau kontaminasi lintas fasilitas.
Pelaksanaan Audit: Memeriksa Implementasi di Lapangan
Pelaksanaan audit meliputi pertemuan pembuka, pemeriksaan implementasi SJPH, pertemuan interim bila diperlukan, dan pertemuan penutupan. Auditor melakukan observasi fasilitas produksi, gudang bahan baku, gudang produk jadi, serta melakukan verifikasi terhadap proses kritis mulai dari penerimaan bahan, penanganan bahan, hingga distribusi.
Pelaporan Audit: Menjamin Transparansi dan Objektivitas
Laporan audit mencakup temuan ketidaksesuaian, tindakan koreksi, serta tindakan pencegahan. Auditor harus memastikan pelaku usaha menyediakan bukti perbaikan berupa dokumen prosedur, catatan pelatihan, formulir pengadaan bahan, hingga bukti sosialisasi.
Laporan yang komprehensif merupakan dasar keputusan sertifikasi dan menjadi bukti objektif bahwa audit dilakukan sesuai standar.
Menjadi auditor halal yang kompeten bukan hanya soal memenuhi standar teknis, tetapi juga menjaga integritas proses sertifikasi halal. Dengan peningkatan jumlah UMKM dan tuntutan pasar halal global, profesi ini memiliki peran strategis untuk menjaga kepercayaan publik terhadap kehalalan produk yang beredar.
Ketinggalan acara Halal Talk 7? Tenang aja, tonton siaran ulang Halal Talk #7 Panduan Praktis Audit Halal di Youtube Ihatec Publisher atau klik disini
![]()


