Semua orang suka traveling. Menyeruput kopi panas di ketinggian 1000 mdpl sambil ditemani gulungan awan putih, atau berjalan di tepian pantai seraya menjejaki pasir putih, hingga snorkeling menikmati keindahan terumbu karang dan ikan warna-warni. Apapun ragam aktivitasnya, dari yang santai hingga yang memicu adrenalin, traveling atau berwisata adalah kebutuhan dalam hidup.
Berwisata atau traveling tak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Sebagai salah satu kebutuhan tersier, traveling memberikan bayak hal positif. Kita bisa sejenak rehat dari kejenuhan aktivitas rutin, dan mencari suasana baru yang mampu menyegarkan kembali fisik maupun pikiran.
Riuhnya media sosial turut pula meramaikan tren ini. Sebuah postingan foto atau video pendek dengan latar gunung, pantai, hingga air terjun, berhasil menarik atensi banyak orang untuk berwisata ke tempat serupa. Banyak pula didapati konten medsos yang membahas informasi tempat wisata, itinerari, akses transportasi, hingga persiapan budget. Semuanya mempermudah perencanaan sebelum pergi berwisata.
Pun demikian bagi wisatawan muslim, selain research dan perencanaan yang baik, ada hal yang tak kalah penting yang perlu diperhatikan, yaitu hal-hal terkait dengan kebutuhan fasilitas penunjang yang muslim friendly. Hal ini menjadi penting, karena tuntutan pelaksanaan ibadah harian seperti sholat tetap melekat sekalipun dalam perjalanan. Semuanya perlu dipastikan terlebih dahulu agar kegiatan wisata tak malah menghambat pelaksanaan ibadah.
- Destinasi Tujuan Wisata
Hal pertama yang perlu diperhatikan tentu saja destinasi tujuan wisata, apakah di dalam negeri, ataukah luar negeri. Dua tujuan ini akan menentukan jarak dan lamanya waktu perjalanan, yang berpengaruh pada ketentuan syafar bagi muslimah. Destinasi di dalam negeri pun sangat beragam. Landscape pantai atau pegunungan, keduanya terbentang sepanjang Aceh hingga Merauke.
Saat ini bahkan terdapat 10 Destinasi Halal Prioritas Nasional yang ditetapkan pemerintah, diantaranya; Aceh, Riau dan Kepulauan Riau, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur (Malang Raya), Lombok, dan Sulawesi Selatan (Makassar dan sekitarnya). Keberadaan destinasi halal akan memudahkan wisatawan muslim baik lokal maupun mancanegara dalam mendapatkan layanan tambahan amenitas, atraksi, dan aksesibilitas fasilitas yang menunjang pelaksanaan ibadah di tempat wisata.
Namun jikapun pilihan destinasi wisata jatuh kepada daerah yang masih sangat terbatas fasilitas pendukung ibadah untuk muslim, atau sulit mencari kuliner halal, tak perlu khawatir karena kita bisa memanfaatkan jasa tour guide halal yang bisa memandu sepanjang aktivitas berwisata. Tour guide halal akan mengatur itinerari selama liburan dengan tetap mengakomodir waktu ibadah, hingga merekomendasikan kuliner halal untuk bersantap.
- Efisiensi Packing
Berwisata tak hanya tentang mengunjungi dan menikmati suasana baru, namun juga mengabadikannya dalam format foto maupun video. Tak jarang dalam kunjungan wisata yang singkat kita perlu berstrategi dalam hal penampilan. Jangan sampai galeri foto dan video nantinya hanya mengenakan outfit itu-itu saja. Maka efisiensi mengemas pakaian hingga seni mix and match penting mendapat perhatian.
Pertama pastikan jumlah dan jenis pakaian yang harus dibawa sesuai dengan lamanya durasi liburan. Pilih bahan yang tak mudah kusut dan berbobot ringan. Jika menghabiskan waktu seminggu penuh, laundry pakaian bisa jadi pertimbangan dari pada membawa banyak baju dalam koper. Pilih pakaian dengan warna dan motif berbeda agar lebih variatif. Cukupkan jaket atau sweater 1 stel saja, dan pastikan matching dipadu-padankan untuk menciptakan looks yang berbeda.
Simak selengkapnya hanya di ((https://ihatecpublisher.com/majalah/halal-review-edisi-05-mei-2024/)


