Sebagai salah satu negara Asia Tenggara pengekspor produk pangan terbesar dunia, Thailand mengembangkan sistem sertifikasi halal yang unik untuk memperluas pasar dan memperkuat kepercayaan konsumen global.
Dalam dua dekade terakhir, ekonomi halal global telah berkembang pesat, mencakup sektor makanan dan minuman, kosmetik, farmasi, hingga pariwisata. Menurut laporan State of the Global Islamic Economy 2023/24, nilai belanja konsumen muslim untuk produk halal diperkirakan mencapai US$ 2,29 triliun di 2022 dan terus tumbuh setiap tahun, didorong oleh peningkatan populasi muslim dunia dan preferensi terhadap produk-produk yang memenuhi prinsip kehalalan dan kebersihan (DinarStandard, 2023).
Thailand, sebagai salah satu pemangku kepentingan ekonomi halal, adalah kasus menarik. Meskipun Thailand merupakan negara dengan mayoritas nonmuslim, Thailand telah lama menempatkan dirinya secara strategis sebagai salah satu pemain utama dalam rantai pasok global produk halal. Negara ini dikenal sebagai “Kitchen of the World” karena kapasitas ekspor produk makanan olahannya yang besar dan terdiversifikasi (World Economic Forum, 2012).
Pada 2023, nilai ekspor produk halal Thailand diperkirakan mencapai lebih dari US$ 6 miliar, dengan target ekspansi yang agresif ke negara-negara berpenduduk mayoritas muslim seperti Indonesia, Malaysia, dan negara-negara di Timur Tengah. Thailand menetapkan strategi ekspansi ke pasar negara-negara muslim melalui promosi jenama halal nasional, seperti “Thailand Diamond Halal,” dan partisipasi aktif dalam pameran internasional seperti Gulfood Dubai dan Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) di Malaysia. Produk pangan Thailand memiliki pasar yang besar di Indonesia, Persatuan Emirat Arab, dan Arab Saudi, dengan fokus utama pada makanan laut beku, produk unggas, dan bumbu instan (Thailand Board of Investment, 2023).
Thailand, jika kita menilik strategi ekspor produk pangan mereka, jelas memahami kebutuhan konsumen sesuai segmen yang dituju. Thailand memahami ada peningkatan permintaan produk halal tersertifikasi, sehingga kebutuhan akan sistem sertifikasi halal yang kredibel di Thailand menjadi mendesak. Sertifikasi ini tidak hanya berfungsi sebagai jaminan kehalalan bagi konsumen muslim, tetapi juga menjadi faktor penting dalam membuka akses ke pasar internasional yang ketat dalam regulasi halal. Oleh karena itu, pemerintah Thailand, bersama lembaga-lembaga seperti The Central Islamic Council of Thailand (CICOT) dan Halal Science Center (HSC), terus memperkuat infrastruktur sertifikasi halal untuk membangun kepercayaan pasar global dan meningkatkan daya saing ekspor nasional.
Struktur dan Mekanisme Sertifikasi Halal di Thailand
Sertifikasi halal di Thailand dikelola melalui kerja sama erat antara pemerintah, akademisi, dan lembaga keagamaan.. The Central Islamic Council of Thailand (CICOT) adalah lembaga utama yang berwenang menyusun peraturan dan mengeluarkan sertifikasi halal di seantero Thailand. CICOT bekerja sama dengan HSC di Chulalongkorn University, yang berperan melakukan verifikasi ilmiah terhadap kehalalan produk melalui pendekatan laboratorium modern (Halal Science Center, 2024).
Proses sertifikasi halal di Thailand diawali dengan pengajuan permohonan dari perusahaan produsen atau eksportir. Setelah itu, dilakukan audit terhadap seluruh rantai produksi, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi. Salah satu kekuatan sertifikasi halal Thailand adalah penggunaan teknologi analisis laboratorium oleh HSC Chulalongkorn University untuk mendeteksi keberadaan zat nonhalal atau kontaminasi silang. HSC mengembangkan sistem Halal Assurance System (HAS), yang memberikan jaminan bahwa produk memenuhi standar halal secara konsisten (Halal Standard Institute of Thailand, 2023).
Yuk, selami lebih dalam kisah penuh strategi, inovasi, dan mimpi besar Thailand dalam membangun reputasi halal-nya. Artikel ini mengupas peran pelatihan, sertifikasi, diplomasi halal, hingga peluang masa depan yang siap digenggam — hanya di Majalah Halal Review edisi 04/Mei–Juni/2025, klik disini untuk membaca https://ihatecpublisher.com/majalah/edisi04-meijuni-2025/



