Fairmont Jakarta adalah Hotel Pertama Di Jakarta yang Memiliki Restoran Bersertifikasi Halal

Fairmont Jakarta adalah Hotel Pertama Di Jakarta yang Memiliki Restoran Bersertifikasi Halal

Nama besar Fairmont sebagai hotel ikonik tidak perlu diragukan lagi. Selain berada di lokasi yang sangat strategis di area Senayan, hotel ini memiliki Restoran dengan sertifikasi halal pertama di hotel bintang lima di Jakarta.

Sudah ada sejak 1907, Fairmont sukses mengembangkan jaringan industri hotelnya hingga di berbagai belahan dunia.  Eksistensi Fairmont memang tidak perlu diragukan lagi. Mengambil posisi sebagai hotel bintang lima, Fairmont menjelma menjadi hotel berpredikat istimewa berkat fasilitas dan layanannya yang prima.

Di Indonesia sendiri Hotel yang sempat menjadi tempat menginap para bintang sepakbola timnas Argentina dan juga ragam tamu penting, pejabat tinggi pemerintahan, Menteri hingga Presiden dari berbagai negara, sebagai akomodasi pilihan dalam kunjungan resmi kenegaraan, saat ini tengah menuju satu dekade perjalanan bisnisnya yang ditandai dengan semakin tingginya tingkat okupansi serta kepercayaan pasar terhadap Fairmont Jakarta.

Dikembangkan oleh PT Senayan Trikarya Sempana (STS), sebuah perusahaan yang merupakan bagian dari Kajima Overseas Asia Pte, Ltd dan Badan Pengelola Gelora Bung Karno, Fairmont Jakarta juga masih satu gugusan tanggung jawab STS bersama dengan Senayan Square yang terdiri dari beberapa fasilitas, antara lain Plaza Senayan, Plaza Senayan Arcadia, Sentral Senayan I, II, III (menara perkantoran), dan Apartemen Plaza Senayan.

Dijelaskan oleh Heidyta Anggraini Kumala, Head Marketing Communications di Fairmont Jakarta dalam wawancara online bersama Halal Review, Fairmont Jakarta memiliki total 488 unit kamar hotel.

“Terdapat sebanyak 380 kamar hotel, yang terdiri dari Fairmont Room (49 meter per segi), Deluxe Room (69 meter per segi), Fairmont Suite (113 meter per segi), dan juga kamar dengan kategori Fairmont Gold,” rincinya.

Lebih lanjut Heidy menjelaskan, khusus untuk kategori Fairmont Gold, para tamu akan mendapatkan layanan ‘hotel dalam hotel’ yang eksklulif dan juga akses ke Gold Lounge di lantai 21. Sebagai hotel mewah, Fairmont Jakarta terhubung langsung ke salah satu pusat perbelanjaan ternama, Plaza Senayan, dan perkantoran Sentral Senayan melalui terowongan bawah tanah.

Selain itu, Heidy juga menyampaikan terdapat 108 kamar dengan kategori Sky Suite yang menawarkan kemewahan hotel dengan kenyamanan hunian untuk tamu yang menginap dalam jangka waktu lama. Tidak hanya itu, Presidential Suite di lantai 32 Fairmont Jakarta, memiliki ruangan seluas 303 meter per segi, dan merupakan fasilitas akomodasi mewah dengan fasilitas luar biasa, seperti meja makan panjang, meja kerja eksekutif, ruang kebugaran pribadan, dan kamar mandi berlapis marmer yang luas dengan bak mandi yang besar.

Kemudian di setiap kamar juga tersedia stiker penunjuk arah kiblat yang tentunya memudahkan pelaksanaan ibadah sholat lima waktu bagi tamu yang menginap di Fairmont Jakarta. Selain itu, pihak hotel juga menyediakan musholla atau tempat sholat yang terletak di lantai 3.

“Fairmont Jakarta menyediakan peralatan sholat di area musholla, seperti mukena, sajadah, dan sarung yang diperuntukkan bagi para tamu yang sedang berkunjung ke hotel kami. Sehingga, para tamu dapat melaksanakan sholat dengan tenang dan nyaman,” kata Heidy.

1945 Restoran – Pelopor Restoran Di Hotel Bintang Lima Di Jakarta Yang Bersertifikat Halal

Mengusung semangat “turning moments into memories”, layanan yang diberikan oleh tim Fairmont Jakarta memang ikonik. Heidy menceritakan bagaimana Fairmont Jakarta berusaha untuk dapat mewujudkan setiap momen yang terjadi agar dapat menjadi kenangan terindah bagi para tamu hotel.

Komitmen Jalankan Sistem Jaminan Halal

Komitmen Jalankan Sistem Jaminan Halal

Bagi Sinar Mas Agribusiness and Food, halal tidak saja memberikan keamanan dan kenyamanan bagi konsumen yang mengkonsumsi produknya, tapi juga digunakan untuk meningkatkan daya saing.

Sinar Mas Agribusiness and Food yang merupakan bagian dari Sinarmas adalah produsen kenamaan sejumlah produk kecintaan masyarakat Indonesia seperti Minyak Goreng Sawit (Filma, Kunci Mas, Mitra, Masku) dan Margarin (Filma, Palmboom, Menara, Palmvita), dan Shortening (Filma, Menara, Palmvita).

Diproduksi dengan pengawasan yang ketat dan berkualitas tinggi, produk-produk tersebut diolah di empat (4) plant di Indonesia yang semuanya tersertifikasi halal. Dengan dukungan seperti itu, produk Sinar Mas Agribusiness and Food selain dipasarkan untuk Indonesia, juga untuk pasar ekspor yang tersebar hampir di seluruh benua Asia, Afrika, Eropa, Amerika dan Australia.

Khusus Indonesia yang memang memiliki potensi pasar tinggi serta berbanding lurus dengan jumlah populasi muslim di dunia, kehadiran produk halal menjadi keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Saat ini, trend halal baik di Indonesia maupun global sedang menunjukkan perkembangan yang pesat.

Di antara faktor yang berkontribusi terhadap perkembangan halal adalah bahwa tren halal akan mengikuti tren demografi global, di mana akan meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah populasi muslim di dunia.

Nah, dengan meningkatnya populasi muslim ini menyebabkan terjadinya pula peningkatan kebutuhan terhadap produk-produk maupun jasa berlabel halal. “Kalau dulu label halal mungkin lebih banyak dikenal hanya fokus ke produk makanan-minuman, namun sekarang akan lebih berkembang lagi ke sektor-sektor lain seperti kosmetik, produk kesehatan, fesyen, dan juga jasa, seperti pariwisata, jasa pengemasan, jasa pendistribusian, dan lainnya,” kata Karyanto Edi Mulyono, R&D Non-Category Head,  Sinar Mas Agribusiness and Food kepada Halal Review.

Selain itu, faktor meningkatnya kesadaran dan permintaan konsumen terhadap produk yang sesuai dengan syariat Islam juga turut mendorong meningkatnya tren halal. Karyanto melanjutkan bahwa produk halal mempunyai nilai-nilai yang sangat sesuai dengan gaya hidup masa kini, yaitu aman, sehat, bersih, ramah lingkungan dan berkualitas. Ini membuat produk halal menjadi lebih mudah diterima oleh konsumen.

Poin yang tak kalah penting adanya faktor peningkatan standar dan regulasi terkait produk halal yang lebih ketat, yaitu akan diberlakukannya regulasi wajib halal pada 17 Oktober 2024 mendatang. “Dari situ, tren halal di tahun 2024 akan jauh lebih meningkat lagi ke depannya,” imbuhnya.

Sekadar informasi, menurut data Global Muslim Population yang dipublikasikan dalam laman Times Prayer, jumlah pemeluk Islam global per Jumat (2/2/2024) mencapai 2 milyar dari 8 milyar orang, atau sekitar 25% dari total populasi dunia. Data tersebut juga tertuang dalam laman berita salah satu media online Indonesia.

Sementara jumlah penduduk muslim di Indonesia mencapai 242 juta dari 278 juta orang, atau sekitar 87% dari total penduduk Indonesia pada akhir tahun 2022, sebagaimana yang tertulis dalam buku “Master Plan Industri Halal Indonesia 2023-2029 keluaran Komite Nasional Ekonomi dan keuangan Syariah.

Belum lagi fakta yang menyebutkan untuk belanja muslim global, di tahun 2023 diperkirakan mencapai USD 2,4 triliun. “Atau jika kita asumsikan kurs USD sama dengan Rp15.000, itu setara dengan Rp36.000 triliun,” tambah Karyanto seraya menyebutkan sumber data dari Bank Indonesia.

Termasuk untuk pasar Indonesia, menurut data yang ada, transaksi produk halal diprediksi akan mencapai Rp4.000 triliun di 2024. “Dengan kata lain, ini sudah melebihi rencana belanja APBN di tahun 2024 yang sebesar Rp3.325,1 triliun. Intinya adalah pasar halal sangat besar sekali,” Karyanto menegaskan.

Halal Sebagai Strategi Unggulan

Berkaca dari sejumlah fakta di atas, Sinar Mas Agribusiness and Food secara komprehensif menerapkan halal di perusahaan karena adanya kepedulian kepada konsumen. Perusahaan, ungkap Karyanto, ingin menunjukkan sebagai produsen yang bertanggung jawab, dan mempunyai komitmen serta kepatuhan yang tinggi terhadap standar halal.

Baca selengkapnya mengenai Sinar Mas Agribusiness and Food di https://ihatecpublisher.com/majalah/halal-review-edisi-05-mei-2024/